Artikel
Sejarah Kelurahan Lumpur
Sejarah Nama Kelurahan Lumpur
Lumpur adalah sebuah kawasan di utara pesisir Gresik. Tempat itu menjadi tempat tinggal para nelayan. Para nelayan ini mencari ikan ke laut pada malam hari dan pulang pada dini hari. Ikan-ikan hasil tangkapan ini di jual di suatu tempat tidak jauh dari rumah nelayan. Dan tempat tinggal para nelayan ini hanya beberapa meter saja dari pasar Gresik.
Dulunya sekitar tempat tinggal para nelayan ini terpampang ribuan tanaman bakau (mangrove) yang ditinggali puluhan ribu bangau. Jika air laut pasang maka tanah di sekitar para nelayan selalu becek. Dan terjadi penumpukan lumpur selama bertahun-tahun lamanya, maka masyarakat menamai tempat itu dengan “Lumpur” yang berarti tanah becek (=lumpur, Jawa). Dan kata lumpur ini merupakan bahasa Jawa Gresikan.
Akan tetapi dilihat dari perjalanan hidup tokohnya yang bernama Sindujoyo, menurut hemat penulis kata “lumpur” ini tampak merupakan singkatan dari kata lumampahe paripurno, maksudnya perjalanan hidup seorang Sindujoyo begitu mendekati kesempurnaan, karena pada diri Sindujoyo melekat jiwa ulama, dan budayawan. Beliau adalah ulama karena mengajarkan islam. Beliau seorang umaro, karena penguasa wilayah yang bernama Karang Pasung yang meliputi Lumpur, Kroman, Sukodono, Karangpoh, Tlogopojok, dan Roomo. Sedangkan sebagai seorang budayawan karyanya yang masih ada hingga sekarang adalah seperti Pencak Macan, Ngejok Perahu, dan Arak-arakan pengantin Tuknong
Sumber : http://digilib.uinsby.ac.id/6336/4/Bab 3.pdf
Disambati Nelayan Soal Solar, Bupati Gresik Akan Bangun SPBN
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Membangun Desa Lewat Gotong Royong

